TIdak Selamanya IGNORANCE Itu Buruk
Di zaman sekarang, hampir semua hal bisa terasa complicated ; pekerjaan kita complicated , hubugan asmara complicated , mengatur keuangan complicated , dan seterusnya. Terlalu banyak hal complicated bisa membuat kita malas untuk take action, malas untuk bertindak menyelesaikan sesuatu. Jadi yang harus diberesin itu rasa malasnya atau cara kita memandang suatu hal yang kita persepsikan sebagai complicated ?
Kalo kamu dilanda rasa tak berdaya seperti ini ketika menghadapi suatu masalah, coba deh pikirin 2 hal ini:
1. Apakah kamu punya kontrol atau kuasa untuk mengubah masalah itu?
2. Apakah kamu tidak punya kontrol atau kuasa untuk mengubah itu?
Kalau kita tidak punya kuasa untuk mengubah itu, maka embrace it dan abaikan alias ignore. Pastinya kalau masalahnya itu kritis atau berhubungan dengan keselamatan orang, kita gak bisa ignore yaa.
Kita bukanlah manusia super setengah dewa yang bisa menyelesaikan segala macam masalah. Kita punya keterbatasan. Tiap orang memiliki kapatitas berbeda-beda. Kalau kita terlalu memikirkan setiap masalah yang datang, kita tidak akan punya cukup waktu untuk diri kita sendiri. Dan itu buruk.
Ignorance bisa berarti kita meninggalkan masalah kita untuk diselesaikan oleh orang lain yang lebih ahli.
Terkadang suatu masalah datang hanya untuk menguji kita agar bisa tumbuh dan berkembang. Dan tidak selalu berarti kita yang harus menyelesaikannya. Jalan keluarnya bisa aja disediakan oleh orang lain.
Kita harus punya skala prioritas untuk menimbang masalah mana yang perlu mendapat perhatian lebih dan masalah mana yang lebih baik kita abaikan.



Komentar
Posting Komentar