4 Cara Mengurangi Sosial Media Addiction
Hello Sahabat Awesome!
Di jaman kita hidup sekarang ini, kita lebih mudah terkena stress akibat tekanan-tekanan yang kita alami sehari-hari. Bener begitu apa ngga sih?
Manusa lebih cepat merasa lelah, overwhelmed, dan kesepian. Ya, aneh kan? Di era dimana semua serba terkoneksi oleh internet, tapi kita malah merasa kesepian.
Kita lalu mencari 'pelarian' dengan cara membenamkan diri kita di sosial media dengan harapan segala kelelahan kita akan 'terlupakan', walaupun hanya sejenak dengan cara mengintip kehidupan orang lain melalui postingan mereka di Instagram/Facebook. Lalu tanpa sadar pikiran kita men-judge apapun yang mereka posting. Parahnya lagi, kita mungkin akan meng-compare apa yang kita lihat disana dengan keadaan kita sekarang. Kebiasaan ini akan menguras energi Sahabat, secara langsung atau tidak langsung.
Atau kita membenamkan diri dengan menyerap semua informasi di Twitter. Apa saja yang tertulis disitu kita baca, baik curhatan, opini, informasi, berita negatif, dan lain-lain. Kebiasaan ini malah akan membuat kita merasa tambah lelah. Otak kita terus menerus dijejali informasi-informasi yang sebenarnya tidak kita perlukan.
1. Matikan Notifikasi Sosmed Kamu
Langkah pertama biasanya adalah yang paling penting. Jangan skip ini yaa.
Notifikasi sosmed yang aktif akan selalu menjadi distraction dengan mengingatkanmu bahwa sesuatu sedang terjadi di dunia online sosial media. Ingat ini: Kamu gak harus selalu terlibat!
Sekali lagi: Kamu gak harus selalu terlibat akan yang sedang terjadi di sosial mediamu. Tidak perlu selalu dituruti. Tidak perlu selalu memberi comment. Tidak perlu selalu men-share postingan orang. Let it slip away. Let it pass. Go easy on yourself. Mengecek notifikasi sosmed bukanlah kewajibanmu.
Dengan mematikan notifikasi sosmed kamu, kamu tidak akan ter-distract dan kamu bisa tetap fokus dengan apa yang sedang kamu kerjakan.
Tapi ingat, notifikasi messaging dari orang-orang terdekat kamu, seperti pacar atau keluarga, mungkin lebih baik tetap dinyalakan in case of emergency.
Mengurangi sosmed addiction bukan berarti menghindari sama sekali. Kita cuma gak mau sebagian besar waktu kita cuma dihabiskan untuk surfing sosial media.
Set prioritas. Kita kasih tugas/kewajiban utama kita dengan prioritas tertinggi. Mengecek sosial media mendapat prioritas lebih rendah. Jadi kita harus mendahulukan yang prioritas lebih tinggi.
Setelah tugas selesai, barulah kita boleh membuka sosmed. Adakalanya kita perlu catch up dengan apa yang lagi terjadi, tapi ingat ya Sahabat, kita harus lebih selektif memilih informasi apa yang mau kita serap. Kita harus lebih selektif memilih kepada sosmed manakah kita akan meng-expose diri kita?
Buat komitmen dengan diri sendiri, berapa jam dalam sehari kita mau habiskan surfing sosial media. Setelah Sahabat tentukan waktunya, saatnya berkomitmen dengan cara mematuhinya dan membatasi berapa lama kita akan ter-expose sosial media.
3. Cari Hobi Baru
Ingat ya Sahabat Easy Today, surfing sosial media selama berjam-jam bukanlah sebuah hobi!
Carilah hobi baru yang justru akan membuatmu menjauhi gadget. Mau Easy Today kasih contoh? Bagaimana dengan merakit modelkit macam Gundam? Atau belajar merajut? Terlalu mainstream ya? Oke, gimana kalo merawat bonsai! Go oldschool, fight the trend!
Perlu Sahabat ingat, hobby itu bersifat personal. Jadi jangan biarkan pendapat orang lain mempengaruhimu. Kalo kamu suka, ya sudah. Buatlah duniamu sendiri yang isinya hanya kamu dan hobimu.
4. Hubungi Keluarga Dan Teman Lamamu
Daripada mengecek keadaan mereka melalui postingan mereka di sosial media, lebih baik Sahabat direct message mereka atau telepon mereka langsung.Percaya deh, mereka akan kaget dan ini akan membentuk bonding yang lebih kuat daripada hanya melihat postingan mereka untuk mengetahui kabar. Kalo kata orang tua-orang tua kita jaman dulu, ini namanya silaturahmi.
Itulah 4 cara mengurangi sosial media addiction menurut kami di blog Easy Today. Gampang kan? Today is easy.
Semoga Sahabat semua bisa lebih efektif lagi me-manage waktu dan tidak selalu terkekang oleh jeratan sosial media.
Disclaimer: Semua ini merupakan pendapat kami pribadi dan tidak bisa dijadikan sebagai acuan dan jaminan 100% akan berhasil. Readers discretion advised.





Komentar
Posting Komentar